Hanya 2 Jam, Ali Mukhni dan Suhatri Bur Bebaskan Lahan Jalan Lingkar Duku-Sicincin


Bupati Ali Mukhni, Wabup Suhatri Bur bersama Pemilik tanah yang berkomitmen mendukung kelanjutan Jalan Lingkar Duku-Sicincin di Buayan, Batang Anai, Senin (6/6).

Batang Anai (06/06/2016). Berkah hari pertama Ramadhan sangat dirasakan Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman terutama dalam penyelesaian pembebasan lahan ruas Jalan Lingkar Duku Sicincin (JLDS) hanya dalam waktu hitungan jam di Jembatan Buayan, Batang Anai, Senin (6/6)..
Panas terik matahari yang menyengat di hari pertama bulan puasa tak menghalangi langkah kedua pimpinan tertinggi di Padang Pariaman itu bersama-sama melaksanakan tugas untuk memberikan pelayanan dan menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan di lokasi Jembatan Buayan untuk kelanjutan pembangunan JLDS.
"Saya kira ini berkah Ramadhan yang dilimpahkan Allah untuk kepentingan umat. Hanya dalam waktu dua jam, kita bisa bebaskan lahan di Jembatan Buayan, Batang Anai untuk kelanjutan pembangunan JLDS," kata Ali Mukhni.
Dikatakannya bahwa dana untuk pembangunan JLDS telah dianggarkan sebesar Rp75 Milyar namun dana tersebut dialihkan ke lokasi lain akibat terkendala dengan pembebasan lahan yang belum tuntas. Padahal, masyarakat sudah bersedia menyerahkan tanahnya dengan ganti rugi lahan dan tanaman sesuai peraturan yang berlaku.
"Saya baru tahu dana JLDS dialihkan ke tempat lain karena ada isu yang mengatakan tanah di Buayan ini bermasalah. Maka saya turun hari ini ke lokasi memastikan tanah ini clear, tidak ada masalah, saya dan Pak Wabup sudah temui pemilik tanah dan mereka sangat mendukung pembangunan Jalan Lingkar," kata Bupati yang telah membebaskan ribuan hektar untuk pembangunan mega proyek di wilayahnya itu.
Untuk mendapatkan kembali dana Rp75 Milyar tersebut, ia mengaku sudah bertemu dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PU dan Anggota DPR RI asal Sumbar agar dianggarkan pada APBNP tahun ini.
Sementara Wakil Bupati Suhatri Bur mengatakan, siang itu, telah ada pertemuan dengan pemilik tanah yaitu bapak Barodat dan mewakili keluarga bapak Armen. Kedua orang itu sepakat menyerahkan tanahnya untuk kelanjutan JLDS. Ia meminta Kabag Pertanahan dan Camat Batang Anai untuk menghitung luas lahan dan tanaman yang terkena untuk JLDS tersebut.
"Pak Kabag dan Camat fokus hitung ganti rugi lahan dan ambil dokumentasi untuk kelengkapan administrasi," kata Suhatri.
Dijelaskannya bahwa masyarakat saat ini sudah berpikir cerdas terhadap nilai ekonomi yang didapat setiap program pembangunan, salah satunya naiknya harga jual tanah masyarakat.
Ia membayangkan apabila JLDS selesai maka harga tanah akan melambung tinggi apalagi yang berada di pinggir jalan nasional itu.
"Contohnya, sekarang harga tanah Rp50 ribu per meter, kalau sudah ada aspal hotmix maka harga tanah naik 10 kali lipat," kata alumni Fakultas Ekonomi Unand itu.
Pemilik Tanah, Barodat, mengungkapkan kedatangan Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur berhasil memberikan pencerahan dan meyakinkan masyarakat akan pentingnya JLDS. Ia mengaku tidak pernah menghalangi pembebasan lahan JLDS apabila dilaksanakan dengan transparan dan jujur.
"Saya dukung pembangunan jalan lingkar ini pak Bupati, tidak pernah saya menghalangi, tapi mungkin kesalahpahaman saja. Sekarang, hitunglah lahan saya ini, berapa hektar dan tanaman yang harus diganti rugi. Insya Allah, segera alat berat sudah boleh bekerja," kata Barodat.
Sementara Tokoh Masyarakat setempat, Buyung (52) memuji kepemimpinan Ali Mukhni-Suhatri Bur yang cepat tanggap dan turun langsung terhadap permasalahan dalam pembebasan lahan. Kehadiran kedua pimpinan daerah itu, kata Buyung, akan menambah kepercayaan masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah.
"Kehadiran Pak Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur sebagai bukti kepedulian dan kedekatan kepala daerah dengan masyarakat," kata Buyung.
Sebagaimana diketahui Jalan Lingkar Duku Sicincin (JLDS) yang menghubungkan Kecamatan Batang Anai menuju Sicincin sepanjang 19 Kilometer telah dimulai pengenjaannya pada tahun 2013 yang lalu. Pada tahun 2014 telah selesai dikerjakan empat buah jembatan penghubung yaitu yaitu Jembatan Koto Buruak, Pasie Laweh, Kapalo Hilalang dan Buayan. Direncanakan akan diaspal hotmix awal tahun ini namun terkendala pembebasan lahan.
Bupati Ali Mukhni mengatakan Pemerintah Daerah membangun daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya pembangunan maka akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan. Tidak mungkin pembangunan yang diprogram pemerintah tersebut akan merugikan masyarakat.
"Kita berterima kasih kepada masyarakat dan khususnya kepada pemilik tanah yang turut berpartisipasi membangun daerah. Alhamdulilah, berkah Ramadhan pembebasan lahan JLDS telah tuntas," kata Bupati yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.
Keterangan foto:

Komentar