Bupati Ali Mukhni Marah, Goro Sempat Terhenti

Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur beri arahan saat akan bergotong royong bersama masyarakat di Parit Malintang, Sabtu (23/4)
Parit Malintang (23/04/2015). Bupati Ali Mukhni menegaskan bahwa kegiatan Gotong Royong (goro) yang digagaskan sejak lima tahun terakhir adalah ikon kegiatan pemberdayaan masyarakat di Padang Pariaman. Goro juga sudah menjadi jati diri urang piaman untuk percepatan pembangunan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Ia mengaku kecewa, karena kegiatan goro sempat terhenti sejak beberapa bulan terakhir. Tak ayal, ia terlihat kesal dengan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) yang kurang peduli dan tidak pro aktif menjalankan program unggulan daerah itu.

"Goro ini kan sudah dipermanenkan untuk dijalankan setiap Minggu di seluruh Nagari, kenapa bisa terhenti? Masa menjalankan program yang telah ada saja masa tidak bisa," kata Ali Mukhni, kemarin, kritiknya kepada jajaran BPM, di Parit Malintang, Sabtu(23/4).

Dikatakannya bahwa gotong royong merupakan modal sosial bagi pembagunan bagi Kabupaten Padang Pariaman. Tidak banyak kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat yang menjadikan gotong royong masyarakat sebagai agenda rutin. Sedikit dari daerah yang melaksanakan adalah Kabupaten Padang Pariaman.

Diawali dengan kegiatan gotong royong bersifat pembangunan fisik oleh masyarakat, sedangkan penganggaran dan pelanjutan pembangunan diselesaikan oleh pemerintah, hal tersebut menjadi simbolitas sinergi masyarakat dengan pemerintah daerah.

"Kita berharap program gotong royong tetap menjadi primadona apalagi untuk mendukung kegiatan yang ada pada dana nagari," kata bapak tiga putra itu.

Terkhusus pembukaan jalan Pasa Dama-Padang Bukit, Bupati berjanji melanjutkan pengerasan jalan tersebut dengan menganggarkan pada APBD Perubahan tahun 2016. Usai dilakukan pengerasan jalan, Ali Mukhni nantinya jalan dapat di aspal hotmix melalui APBD 2017.

Sementara Wakil Bupati Suhatri Bur yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan momen bergoro juga menjadi pertemuan dan diskusi dengan masyarakat. Masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasi atau terkait pelayanan publik kepada Kepala Daerah.

"Goro juga sebagai momentum untuk silaturahmi dan sharing informasi pembangunan dan progran daerah antara pemerintah dan masyarakat," kaat mantan Ketua KPU itu.

Komentar