Rosnini Tekadkan Optimalisasi Pendapatan Daerah

Bupati Rosnini Savitri yang dikenal sebagai sosok bundo kanduang merakyat, upayakan peningkatan PAD dari sektor pajak untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Selasa (20/1).
Parit Malintang (20/01/2016). Bupati Padang Pariaman Rosnini Savitri upayakan optimalisasi pendapatan daerah dan menggali sumber-sumber keuangan melalui potensi penerimaan pajak. Alasannya karena pajak merupakan sumber pemasukan utama yang dipertimbangkan dalam setiap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan untuk belanja pengeluaran daerah, baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan.

Adapun potensi penerimaan pajak daerah, antara lain Pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan dan pajak parkir.

“Namun, potensi tersebut kurang digali secara optimal karena kurangnya kebijakan dan peraturan yang mendukung karena masih rendahnya profesionalisme aparat dan masyarakat wajib Pajak,” kata Rosnini yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara, di Parit Malintang, Selasa (20/1).

Secara geografis, tambah Rosnini, Kabupaten Padang Pariaman berada dekat dengan Ibukota Propinsi yaitu Kota Padang yang telah berkembang pesat dan menjadi sentra perekonomian di wilayah Sumatera. Ia optimis daerah yang dijuluki Kabupaten Kakao ini bisa melaju pesat perekonomiannya dan berdaya saing walaupun tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai seperti halnya daerah lainnya.

Adapun faktor yang mendukung dalam peningkatan pendapatan daerah karena Padang Pariaman juga menjadi pusat perhubungan transportasi darat, laut maupun udara dengan keberadaan yaitu Bandara Minangkabau Internasional dan Stasiun Kereta Api Duku-BIM serta dimulainya pembangunan Pelabuhan Tiram. Oleh karena itu Padang Pariaman dapat dikembangkan sebagai pusat perdagangan dan transportasi. Apalagi Padang Pariaman telah ditetapkan sebagai kota metropolitan dalam RPJMN 2014-2019 sehingga dijadikan pusat mega proyek nasional di Sumatera Barat dengan dana Trilyunan rupiah.

“Karena itu, membuat pemetaan potensi peningkatan Pajak Daerah di Padang Pariaman lebih realistis dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi informasi,” kata Kepala Daerah perempuan pertama di Sumbar itu.

Komentar