Bupati Jamu Makan Malam Calon Pasien Operasi Bibir Sumbing di Pendopo

Pariaman (26/04/2015). Impian yang menjadi nyata. Mungkin itulah yang dirasakan oleh Riana Putri (14), seorang gadis penderita bibir sumbing sejak lahir. Dikarenakan ia segera naik meja operasi untuk kesembuhan penyakit bibir sumbing yang telah belasan tahun dideritanya.



Ia bersama 33 orang penderita bibir sumbing diundang jamuan makan malam di Pendopo Bupati, Minggu malam (26/4). Jamuan makan digelar bersama Tim Dokter Cleft Lip Palope  (CLP) Center yang berpusat di Surabaya dan Media Group yang bekerja sama dengan Muhammadiyah Padang Pariaman. Tim dokter tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit Aisyiah Pariaman akan mengadakan operasi bibir sumbing gratis kepada orang yang tak mampu.

"Alhamdulillah, sebentar lagi saya akan dioperasi. Semoga berjalan lancar," kata Riana sambil terisak.

Walaupun memiliki tubuh yang kurang sempurna namun ia memiliki prestasi sekolah yang membanggakan. Setiap penerimaan rapor, gadis yang bersekolah di SMP 3 Geringging ini selalu mendapat rangking di sekolahnya.

"Saya peringkat dua di sekolah," ujarnya.

Riana beserta pasien bibir sumbing mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah yang bekerja sama dengan RS Aisyiah dan Tim Dokter dari Surabaya. Ia bersyukur atas rahmat Allah SWT atas diselenggarakannya operasi bibir sumbing di Pariaman.

Sementara itu Ketua Tim Dr. Didia mengatakan bahwa CLP Center telah melakukan operasi bibir sumbing sebanyak 4500 pasien sejak 15 tahun yang lalu.

"Satu hari bisa dua sampai tiga pasien kita operasi," kata Didia.

Tim CLP Center terdiri dokter bedah, anestesi dan perawat. Untuk di Padang Pariaman, akan dilaksanakan sebanyak 33 orang pasien dari 51 orang yang terdaftar.

"Semoga dapat memberikan kehidupan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Bupati Ali Mukhni  mengajak pasien bibir sumbing untuk bersyukur atas rahmat Allah SWT yang tanpa diduga-duga untuk kesembuhan terhadap penyakit atau kelainan yang dialami.

"Tidak satupun pasien yang membayangkan bisa dioperasi, apalagi gratis" kata Bupati yang juga Ketua PMI itu.

Dihadapan Tim Dokter dari Surabaya tersebut, Ali Mukhni mengekspos kebijakan Pemerintah Daerah di bidang kesehatan yaitu Padang Pariaman Sehat (PPS).  PPS telah diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI dan merupakan program pro rakyat yang pertama kali di Indoensia.

"Padang Pariaman Sehat adalah paradigma baru dalam pelayanan kesehatan hingga ke pintu rumah masyarakat. Seluruh bidan desa mengunjungi rumah masyarakat di korong dan nagari untuk menanyakan sekaligus mengobati warga yang sedang sakit. Kalau diperlukan dirujuk ke Rumah Sakit. Segala biaya ditanggung oleh pemerintah daerah," kata Bupati yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Dijelaskannya bahwa PPS sangat dirasakan manfaatnya masyarakat. Selain itu Dinas kesehatan bisa mendeteksi dini segala macam penyakit yang ada di Padang Pariaman. Penyakit tersebut diupayakan diobati dengan menggunakan dana BPJS, BAZNAS dan donatur lainnya.

Kunjungi Pasien Bibir Sumbing

Sebagai bentuk kepedulian seorang pemimpin, Ali Mukhni kunjungi warganya dalam operasi bibir sumbing yang dipusatkan di Rumah Sakit Aisyiah, Pariaman (Senin, 27/4). Bupati yang didampingi Kadis Kesehatan Aspinuddin memberikan semangat kepada pasien yang menunggu giliran utuk naik meja operasi. Terlihat  pasien-pasien tersebut mengucapkan terima kasih atas program untuk kesembuhan penyakit yang dialami sejak lahir tersebut.

"Terima Kasih Pak Bupati," ujar salah seorang pasien.

Komentar