60 ASN Dilatih Keprotokoleran


Wabup Suhatri Bur berikan arahan kepada peserta Pelatihan Keprotokolan
di Hotel Royal Denai View, Bukittinggi, Jumat (20/5).
Bukittinggi (20/05/2016). Wakil Bupati Suhatri Bur mengatakan fungsi protokol sangat penting, karena terkait dengan sukses tidaknya penyelenggaraan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pejabat negara atau pejabat pemerintahan yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan. Hal tersebut disampaikannya pada pembukaan Pelatihan Keprotokolan di Hotel Royal Denai View, Bukittinggi, Jumat (20/5).
"Pelatihan ini untu menambah wawasan tentang aturan keprotokolan dan teknik pembawa acara yang baik dan benar," kata Suhatri Bur.
Ke depan, ia berharap, setiap SKPD, kecamatan dan nagari harus mandiri dalam melaksakan setiap even baik tingkat propinsi maupun kabupaten.
Bagi para protokoler dan pembawa acara, kata Suhatri, yang paling penting adalah kepercayaan diri. Bulatkan hati, bahwa kita mampu untuk mengatur dan membawa acara. Sebab, kadang saya lihat, sebenarnya banyak para pegawai kita yang memiliki potensi, penampilan menarik, suara vokal bagus, tapi mereka tidak punya kepercayaan diri serta kemauan untuk mengembangkan diri.
"Ada pegawai tidak mau tampil sebagai MC padahal dia punya potensi karena kurang pede," kata mantan Ketua KPU itu.
Kabag Umum dan Protokol Armen Rangkuti serahkan sertifikat kepada Riska, Juara 1 sebagai MC usai penutupan Pelatihan Keprotokolan di Hotel Royal Denai View, Bukittinggi, Sabtu (21/5).
Salah satu narasumber Sandra Erawanto mengatakan Kabupaten Padang Pariaman memiliki letak geografis yang strategis yang banyak dikunjungi oleh pejabat dan tamu dari dalam dan luar negeri. Apalagi didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau.
"Pelatihan protokoler ini juga untuk membentuk citra positif tamu-tamu yang datang dengan pelayanan berstandar internasional," kata Staf Khusus mantan Presiden SBY itu.
Kabag Umum dan Protokol Armen Rangkuti melaporkan Pelatihan Keprotokolan menjadi agenda setiap tahun untuk melatih aparatur dalam memahami aturan dalam mengenai keprotokolan.
Adapun peserta terdiri dari staf pada Kantor Wali Nagari, Kantor Kecamatan, SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Total peserta 60 orang. Pelatihan diselenggarakan selama dua hari pada 20-21 Mei 2016.
"Kita juga libatkan seluruh ajudan dan sespri Bupati, Wakil Bupati dan Sekda dan Sekretariat DPRD untuk pemantapan dalam pelayanan pimpinan daerah " kata bapak dua anak itu.
Ditambahkannya bahwa Bagian umum dan Protokol juga meluangkan waktu bagi aparatur yang ingin berkoordinasi dan konsultasi dalam penyusunan acara di nagari, kecamatan maupun tingkat kabupaten.
"Kalau acaranya sukses, kita kan bangga. Sebaliknya, jika ada kesalahan tentu yang malu institusi Padang Pariaman juga kan," kata Armen didampingi Kasubag Prototokol Fifiani Azhar.

Komentar